Salah satu tema meracuh sana-sini di angkringan di Jogja beberapa hari lalu adalah masalah menghasilkan duit dari internet. Blogger kondang yang ngetopnya ngalah-ngalahin Sandra Dewi dan juga punya fans berat ituh sempat berujar: gak tau caranya, sedangkan teman lain yang mata pencahariannya dari internet merasa aneh, heran dan tidak percaya kalau ada blogger dengan traffic tinggi tapi tidak diduitin.
“Content is King” kata entah siapa, pengunjung itu Putra Mahkota nya *kalau ini kata saya
*
Pengusaha bisnis offline sekarang sudah mulai memanfaatkan media “tren sesaat ini”. Kalau dulu ada mobil dari Jepang, sekarang kok saya “curiga” dua blogger ternama (Mas Priyadi dan Pak Roni) yang menulis tentang pencetak multi guna itu sebagai tulisan pesanan yaa… (Produk yang sama dalam 1 hari)
Jelas ini kabar baik bagaimana monetize blog
Monetize blog gak melulu berbicara utak-atik adsense, buka lapak affiliate atau bangun lapangan parkir, tapi juga ada alternatif lain yang bisa dimanfaatkan.
Pertanyaan berikutnya perlu gak ya suatu tulisan blog diberi kalimat seperti: “Advertorial” (kalau di media offline) untuk membedakan tulisan “titipan” dengan yang bukan ? Tentu itu terserah yang punya blog.
Kalau cara ngeduitin blog sudah sedemikian banyak salurannya, berarti sales letter dengan cek berisi angka nol banyak-banyak tapi dengan mobil butut sebagai latar dan training/seminar mahal yang gak mutu itu (mungkin) bakal jadi barang aneh yaa…
Uang mencari tempat beternaknya sendiri…
Twitter : @reza_yazdi
April 24th, 2008 at 8:37 am
lha emang sayah ndak tau caranya jeh..
April 25th, 2008 at 8:09 am
di tempat saya sih udah dimasukin ke kategori advertorial.
April 27th, 2008 at 9:45 am
Blog is the new Magazine
Seperti hal nya majalah, content nya ya bisa mulai dari curhat sampe ke advetorial.
Gitu kali ya tag line nya
Advetorial (ternyata) sebenernya bukan barang baru, gue baru tahu kalo ada yang namanya Pay Per Review dari ulasan acara Dollar Ngepet di blog nya Isnaini. Pantesan waktu itu masuk ke website dengan blog look isinya review product semua. Itu berarti satu blog isinya advetorial semua kan hehehe.
Dasar dari semua menurut gue adalah para pemilik brand sudah mulai melakukan strategy Guerilla Marketing. Salah satunya dengan creating Buzz through the blog.
Nah cuman kan tidak semua orang bisa menulis indah seperti para wartawan (sedangkan semua orang bisa menjadi blogger), semua orang juga belum tentu puas dengan produk yang minta di ulas.
2 hal yang perlu jadi perhatian:
- Apakah pemilik produk bersikap transparant dan siap dengan segala bentuk review.
- Pemilik produk akan berlomba membuat barang yang terbaik sehingga tidak mendapat review jelek. Kalo udah gini ya berlakulah kata2 “Good brand speak for it self” (ini kata-katanya Seth Godin juga kalo nggak salah ya za?)
April 28th, 2008 at 3:52 am
@ Rama :
Wah diskusinya jadi menarik nih..
Bicara web 2.0 dengan segala implikasinya, yang gak siap hanya jadi tontonan di museum Gajah.
Jadi ingat critanya seleb blog ituh, ditelor ceplok setelah melakukan “gombalan” terhadap salah satu perusahaan…
May 2nd, 2008 at 8:04 am
Kasih tahu dong caranya….?
May 2nd, 2008 at 11:32 am
@didik: loh, website nya bapak sudah menghasilkan tuh…
May 15th, 2008 at 1:27 pm
[...] Blovertorial, power of new media Beberapa waktu lalu salah satu posting nya Reza cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia ‘curiga’ terhadap beberapa [...]
May 15th, 2008 at 2:16 pm
Hi Salam kenal, ikut nimbrung yah.
Topic yang menarik nih, karena menurut saya ada 2 unsur yang ikut berperan yaitu “idealisme” dan “kompensasi”.
Mempertahankan idealisme sekaligus mendapatkan keuntungan, itu dia yang perlu dicari formulanya hehe.
July 6th, 2009 at 12:59 pm
Ksih tau d0ng?
August 12th, 2009 at 11:37 pm
hehe, banyak lobang dan celah di dunia maya menghasilkan uang dan free alias gratis, ngapain juga ikutan seminar yg bayar yak?