Radit dan Jani, resensi film asal

12 Feb
2008

Resensi Film Radit dan AnjaniDari beberapa film yang shocking my emotion, Radit dan Jani salah satunya.

Beberapa scene membuat gue terhentak. Bukan karena akting Vino G. Bastian, yang tidak lepas dari stereotype bengal. Bukan juga karena paha Faharani.

Scene Radit menangis di pelukan Jani salah satu yang gue suka secara emosional.
Sebagai film yang mengaduk-ngaduk emosi, kalau dipikir, jalannya cenderung linear. Sangat ciamik kalau dibuat naik turun. Untuk urusan emosi menurut gue, dia berhasil. Tapi untuk urusan cerita, duh. Rangkaian ceritanya terasa ganjil yang vulgar. Gue curiga, Radit dan Jani digambarkan sepasang suami-istri (baca: menikah) sengaja “ditempel” belakangan agar film ini tidak membuat heboh masyarakat kita yang sok suci. Beberapa dialog memperkuat kecurigaan gue itu. Dialog pertama kira-kira berbunyi Jani harus pulang. (lupa diucapkan oleh siapa). Loh? Bukannya kalau sudah menikah, maka makna pulang adalah ke tempat suami nya berada?
Dialog yang lain, adek nya Jani ke Radit kira-kira “lo sudah apain aja kakak gue?”. Bukannya kalau sudah menikah, semuanya (baca: semuanya) HALAL untuk dilakukan? Correct me if i’m wrong.
Scene terakhir pun agak mengganjal, sebagai orang yang sudah menikah, proses “menjanda”nya memiliki tanda tanya besar. Terlalu mudah bagi gue.

Hayooo mbak Upi, ngakuuu… Radit dan Jani menikah itu “tempelan” di belakang kaan?? Heheheheh….

Dari sekala 1-5, film ini menurut gue pantas diganjar angka 3,5.
Sebelum ke bioskop terdekat, siapkan tisuuuuu, hai para wanitaa…

————————————————

Sutradara & Skenario: Upi.
Pemain:
Vino G. Bastian, Faharani.
Produksi: IFI (Investasi Film Indonesia)

5 Responses to “Radit dan Jani, resensi film asal”

  1. 1
    Robby Says:

    Geerrrrr…ini blog kok kaya koran pos kota aja seh, hampir tiap hari di updaaaaate terus, gimana yah bisa niru si Bang Reza ini …… cape deh !!

    NB : Kasih plugin Top Comment deh pasti malam ini aku Top 1 kekekekek….

  2. 2
    Komentar sampah | reza.yazdi.or.id & friend Says:

    [...] Tepat pukul 10:53, seseorang yang mengaku bernama Irndra menulis komentarnya tentang resensi saya mengenai film Radi dan Jani. [...]

  3. 3
    day... Says:

    +_+

    Radit dan Jani. aku baru nonton tadi. pada putaran pertama (kayak pertandingan aja), aku menangkap film ini liar. isinya tai, taik, dan taekk!!

    bodoh!

    itu awalnya. setelah diikuti, ternyata memang berhasil. bagus. ceritanya cukup mengharu.

    Dialog yang lain, adek nya Jani ke Radit kira-kira “lo sudah apain aja kakak gue?”. Bukannya kalau sudah menikah, semuanya (baca: semuanya) HALAL untuk dilakukan? Correct me if i’m wrong.

    setuju

    Sangat ciamik kalau dibuat naik turun. Untuk urusan emosi menurut gue, dia berhasil.

    ……..setuju lagi.

  4. 4
    nonie Says:

    seperti kisah nyata gw…
    gw kaget liat film ini..
    nangis darah gw…

    (!,!)

  5. 5
    praha Says:

    Ini film seru aja menurut gw, kalo gak diedit pasti lebih dramatis lagi..
    Mungkin gw lebay, tapi ini film yg membuka mata gw kalo emang cinta itu ada, walaupun gak harus dalam tampilan indah.. Panggilan sayang”bodoh”,menurut gw sangat romantis..dan ternyata akhir film yg diluar dugaan, buat gw makin berfikir lagi cinta memang ada, tapi mencintai bukan berarti memiliki..
    Buat vino n fa, ini akting kalian yg paling pol!! Belum tentu bisa sehebat ini lagi.. (Its a compliment) radit jani, its an indonesia new love story…

Leave a Reply

top