Wajah Lain Caleg Kita

28 Feb
2009

Mumpung lagi hangat-hangatnya, saya ingin bercerita tentang polah caleg kita pada sebuah partai.

Seseorang yang bertanggung jawab dalam pendistribusian dimana perusahaanya mendapat amanah untuk mendistribusikan alat kampanye (seperti kaos, bendera dan lain-lain) bercerita kepada saya beberapa waktu lalu.

Sering kali dia harus putar otak untuk menjawab ulah para caleg yang menjadi tujuan alat kampanye tersebut. Ada caleg yang berbohong, dikasih 300 kaos misalnya, mengaku mendapat 200. Karena si bapak sudah sangat mahir mengelola urusan distribusi, dia sangat yakin kalau tidak ada yang salah dalam jumlah yang diantar. Setelah di beberkan fakta-fakta bagaimana kaos tersebut diantar, barulah sang caleg diam seribu  bahasa, gak bisa ngomong apa-apa lagi.

Ada caleg yang menipu sopir yang mengantar kaos untuk menurunkan semua kaos yang seharusnya dikirim untuk caleg yang lain, dalam satu partai dan dapil agar tidak mendapat kaos, dengan berbagai alasan. Padahal perintah kepada sopir sangat jelas. Untuk Bapak A sekian kaos di antar di alamat X, untuk Bapak B sekian kaos diantar di alamat Y.

Caleg yang lain, dengan arogan datang jauh-jauh dengan pesawat ke gudang tempat semua alat kampanye berada, yang kebetulan dekat bandara, memaksa untuk mendapatkan kaos, padahal untuk urusan siapa mendapat berapa adalah wewenang penuh partai yang bersangkutan.

Cerita yang lain, si Bapak tukang distribusi juga harus menyipakan kuping lebar-lebar untuk mendengar keluh kesah, curhatan, tentang masalah partai dan tetek bengek, kalau ini datangnya dari Ibu caleg. :D

Bisa dibayangkan, baru menjadi CALON, sudah terbiasa menipu, menikam teman sendiri dalam satu partai, main belakang di luar ketentuan partai, apalagi kalau sudah menjadi anggota legislatif? Kerusakan apa lagi yang akan mereka buat?

Tentu tidak semua caleg seperti itu, ada juga caleg yang tidak ingin mendapat alat-alat kampanye dari partai tapi dengan mengusahakannya sendiri.

Bukankah satu kuntum bunga mawar harumnya akan porak-poranda jika ia berada ditengah puluhan bunga bangkai?

Selamat mencontreng 2009!

By the way… want to follow me on Twitter?? Click here

6 Responses to “Wajah Lain Caleg Kita”

  1. 1
    Tjandra Danny Says:

    Setuju pak…

    Terimakasih atas kunjungannya, Mohon ijin untuk bermain di seo ya pak Reza.

    Kata “Pakar SEO Indonesia” masalah personal branding aja pak.
    jadi jangan di anggap saya pakar loh pak…jam terbang pa Reza dan dkk saya sudah tahu kok. malah acung jempol.

    jadi tidak ada maksud tuh mengangkat dagu pada seo indonesia yang sudah hebat-hebat seperti pa Reza.

    lagi pula menurut saya kata “pakar” biasa2 aja tuh kalau belajar seo. Malah menurut saya belajar seo kita bisa jadi pakar seks misalnya meskipun kita gak pakar soal seks

    minta ijin baca tulisanya saya yang agak nyeleneh soal “Seorang pakar seo bukan seorang pakar” di
    http://tjandradanny.com/pakarseo/pakar-seo

    Saya dengar2 juga ada yang pada ngeributin yah soal “pakar seo” wah…jadi gak enak nih kecil2 udah jadi pakar.hehehe

    buat saya gak peduli pak, malah saya sebel banget sama orang IT yang “sok tahu SEO”
    red. sebelnya saya di:
    http://tjandradanny.com/pakarseo/beda-pakar-seo-dan-pakar-it

    salam kenal dan Hormat saya ya pak.

    Tjandra Danny

  2. 2
    Vandy Says:

    kalo dah gini, kenapa golput diharamkan? padahal lebih baik gamilih daripada milih yg nggak”

  3. 3
    Gek Says:

    Sebenernya ada gak seh caleg yang bener2 bersih mau mikirin nasib rakyatnya…

  4. 4
    eshape Says:

    Salam.

    Tidak semua caleg seperti itu, tapi yang seperti itu mungkin populasinya jauh lebih banyak.

    Kasihan caleg sekarang, sudah ada noda hitam legam di wajahnya dan hampir mustahil untuk menghapus noda hitam itu di pemilu saat ini.

    Caleg yang dikenal bersih juga sudah mulai bermain dalam dunia yang abu-abu. Mereka sudah tidak memperjuangkan lagi keadilan, tetapi sudah mikir kesejahteraan atau “kemenangan” dengan cara apapun.

    Ini memang pemilu terheboh sepanjang yang pernah terjadi. Sosialisasi tidak sampai ke tujuan, daftar pemilih yang tidak jelas [sampai sekarang sebagai sekretaris KPPS aku belum tahu apa punya hak nyoblos atau tidak] ataupun caleg yang ribuan.

    Aku masih menunggu cerita pak Reza soal Prabowo pak. Mungkin tidak hanya aku, tapi para pembaca maupun penulis di politikana akan menunggu tulsian itu naik ke blog ini.

    Salam

  5. 5
    Peluang Bisnis Aman Says:

    Wah walaupun saya baru posting sekarang saya jadi sadar akan kualitas para caleg di negeri ini…

    “mereka” yang gagal tidak sedikit yang mengalami depresi bahkan hingga bunuh diri..,,ini menandakan kurangnya penyeleksian caleg baik dari kemampuan intelektual maupun spiritual…

  6. 6
    polar Says:

    iya q stuju sm tjandra, klo gni knp golput d haramkan???

Leave a Reply

top